Shutdown plan

Saya nggak tau ada istilah lain apa nggak dari judul di atas untuk membuat urutan langkah kerja dalam pemberhentian unit dalam rangka preventif  maintenance baik untuk service atau penggantian komponen utama. Tujuan pembuatan langkah kerja ini sebagai guideline eksekutor dalam menjalankan pekerjaan tersebut secara berurutan dan teratur mulai task, durasi yang diperlukan dan target penyelesaian.

Berdasarkan pengalaman penulis tahapan pembuatan shutdown planning adalah :

  1. Membuat perencanaan waktu akan dilaksanakan pekerjaan tersebut. Untuk ini berdasarkan umur baik service atau umur komponen yang ditetapkan. Misal penggantian engine per 15000  jam unit bergerak bisa mulai direncanakan ketika umur komponen sudah mencapai 90% umur komponen tersebut.
  2. Komponen dan part harus sudah diorder minimal 3 minggu sebelum komponen masuk due dan mendapatkan kepastian part akan komplit disupplai minimal seminggu sebelum masuk waktu penggantian
  3. Membuat perencanaan (shutdown plan) yang dituangkan dalam daftar urutan pekerjaan bisa menggunakan Ms. Project (Ms. Office/ Planner (linux). Yang didalamnya bisa berupa jenis task, no pekerjaan (WO), status komponen, durasi pekerjaan, tanggal start dll. Sedangkan pekerjaan sendiri akan dibagi dalam beberapa step pekerjaan mulai pekerjaan persiapan (termasuk safety prosedur), pelaksanaan dan finishing pekerjaan (Silahkan dijabarkan sendiri) termasuk alokasi manpower yang digunakan.
  4. Monitoring pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan membuat persentase pekerjaan setiap hari.
  5. Setelah pekerjaan selesai review semua pekerjaan dan memastikan semua task bisa dikerjakan dan apabila ada yang tidak bisa dikerjakan dan aman untuk dioperasikan membuat jadwal ulang untuk pekerjaan tersebut.

Silahkan dikembangkan sesuai kebutuhan yang diperlukan dan kemampuan eksekutor dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Catatan paling penting adalah HARUS disepakati sebelumnya tentang total durasi tersebut antara planner dan eksekutor sehingga waktunya bisa realistis bagi eksekutor dan efektif bagi planner.

Safety Behaviour Observation

Hari ini panas-panasnya matahari di tambang dapat ilmu baru dalam kaintannya dengan safety yaitu di tempat kami dikenal dengan Safety Behaviour Observation (SBO). Ini merupakan kegiatan pengamatan kegiatan atau pekerjaan yang aman dari bahaya berdasarkan perilaku. Saya yakin hampir di semua perusahaan juga menerapka analisa berdasar perilaku namun mungkin istilahnya yang berbeda-beda.

Pengamatan perilaku ini didasari hasil penelitian seorang Bird Frank bahwa pondasi Incident adalah perilaku tidak aman.incident piramida

Namun masalahnya perilaku ini tidak bisa semuanya diukur jangankan perilaku yang tidak aman untuk near miss mungkin ada beberapa yang dilaporkan tapi akan lebih banyak yang tidak diketahui. Namun keyakinan yang ada adlah dari piramid diatas bahwa dalam perilaku tidak aman 300.000 (66.666 dalam teori lain) akan menyebabkan 1 incident fatality.

Oke saya tidak akan membahasa teori-teori diatas yang paling menarik disini adalah perilaku aman tersebut. Pikiran saya selama perilaku aman hanya ditegakkan dan dipelihara dilingkup perusahaan maka tidak akan terbentuk perilaku aman yang sesungguhnya. Justru perilaku aman ini harus dimulai dari dasar kita melangsungkan kehidupan kita yaitu di rumah kita masing-masing. Pernahkah kita berperilaku yang aman di rumah kita? pernahkah kita check sepeda motor kita sebelum jalan dengan anak kita? Pernahkan kita check  kompor kita sebelum kita nyalakan ? dan hal-hal kecil lain yang mungkin selama ini kita tidak sadari bahwa besar sekali hal kecil tersebut akibatnya kalau tidak kita kontrol.

Maksud saya dengan pemikiran ini adalah mana yang lebih kita pedulikan keluarga kita atau perusahaan? Kalau kita berperilaku aman di rumah demi keluarga kita Insyaalah di kerjaan pun pasti akan berperilaku aman karena niat bekerja kan juga untuk keluarga kita.

Jadi mari kita mulai perhatikan hal kecil atau bahaya kecil untuk menghindari akibat yang tidak kita inginkan di kemudian hari.

SAFETY FIRST!!!!!!!!!!!