Shalat dan Kualitas Diri


Disiplin!!!! Itu yang mungkin bisa kita ambil salah satu pelajaran mengenai Sholat yang selalu dilakukan olah umat Muslim sebanyak 5 kali sehari. Mulai kapan waktu dimulai yang sudah ditentukan secara tepat dan tidak boleh menunda-nunda ketika waktunya tiba kemudian membersihkan sebagian anggota tubuh dan selanjutnya berbaris yang rapi dan penuh konsentrasi menuju kepada sang Pencipta. Ketika sudah selesai pun dianjurkan segera kembali menyebar untuk mencari nafkah dimuka bumi ini sehingga anjuran “Sholatlah seolah-olah engkau mati besok dan bekerja seolah-olah akan hidup selamanya” akan terimplementasikan setiap waktunya.

Segala sesuatu tentunya juga memiliki kendala ketika rencana kita tertunda karena suatu hal dan dalam ajaran Shalat pun ketika kita benar-benar terhalangi tidak bisa melakukannya kita diberi solusi untuk tetap bias melakukan Shalat tersebut dengan menggabungkannya dalam suatu waktu dan tentunya yang menjadi prioritas utama dilakukan lebih dahulu adalah yang terunda tersebut. Ini mengajarkan kita untuk bias tetap memberikan prioritas pada hal-hal yang memang sudah terencana walaupun tertunda.

Poin penting lainnya dalam kehidupan kita sehari-hari tentang sholat adalah bagaimana kita melakukan segala sesuatunya semua sudah direncanakan dengan baik tentang waktu, pelaksanaan dan kualitasnya, sehingga semua hal yang kita lakukan atau pekerjaan kita semua bisa dipenuhi secara maksimal. Bahkan pada pekerjaan kita sekarang pun bisa kita seimbangkan antara pekerjaan dan ibadah kita yang keduanya bisa saling mendukung dan tidak menjadikan salah satunya menjadi kendala. Kuncinya adalah melakukan perencanaan pada kedua hal tersebut secara seimbang sehingga tidak ada yang dirugikan karena semua bisa dijalankan secara efektif dan efisien tepat pada waktunya masing-masing. Keseimbangan inilah yang kita butuhkan untuk bisa tetap bertahan sehingga kerja dan ibadah bisa tetap pada jalurnya dan memiliki manfaat yang seimbang pula. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita dan beribadah untuk memenuhi kebutuhan rohani kita.

Waktu adalah pedang ketika kita tidak bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang sesuai. Akhirnya bisakah kita menjadi orang-orang yang berkualitas secara pribadi ataupun kolektif dengan benar-benar mengimplementasi kaidah ibadah Shalat yang sudah kita lakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s