(CIM) Continues Improvement Management Product

Minggu lalu tiba-tiba di panggil atasan, kirain ada masalah dengan pekerjaan tapi malah sebaliknya akan dilibatkan dalam proses CIM (Continues Improvement Management) yang dijalankan langsung oleh yang punya produk (Trakindo). Dalam hal ini saya dilibatkan untuk pengumpulan data untuk satu buah tipe unit (Grader CAT) dengan mengumpulkan data PM Service complete time dan first stopages setelah unit itu di service. Coba-coba googling mengenai CIM product memang banyak tapi untuk product heavy equipment masih belum menemukan.

CAT Grader
CAT Grader

Awalnya gak tau mau buat data gimana ternyata setelah melihat samplenya selama ini saya sedikitnya sudah melakukannya untuk unit tipe lain dan produk lain. Dengan compare tabel data akhirnya usulan data yang akan dimasukkan di setujui oleh pimpinan, Data Management Group dan dari Vendor sendiri.

Kalau boleh kasih  gambaran data yang saya persiapkan ada 2 major data pertama adalah nomor unit dan tipe, lokasi PM service, tanggal dan jam start PM service dimulai dan selesai, SMU terakhir waktu release unit. Kedua data stopages (pemberhentian karena kerusakan) pertama (tanggal dan jam), type stopages apakah direncanakan atau tidak, keterangan kerusakan dan perbaikan yang sudah dilakukan, root cause (Penyebab dasar dari kerusakan) dan SMU mesin ketika stopages. Selanjutnya variance dari SMU dengan tingkat PM quality ditetapkan minimal 100 jam dari service sebelumnya.

Data sederhana inilah yang dijadikan acuan untuk melakukan CIM, awalnya saya menduga data yang saya buat belum bisa digunakan dikarenakan masih minim dan belum bisa dibuat trendline untuk masing-masing root cause. Tetapi ternyata tidak, permasalahan di report dibahas secara detail mulai dari sebab sampai pada solusi ke depan untuk mencegah kejadian yang sama berulang dan mencegah kerusakan lainnya yang bersifat premature.

Dari gambaran diatas kunci peningkatan mutu produk terletak pada kualitas PM service dimana ketika service dilakukan dengan baik, inspeksi juga dilakukan dengan detail dan akurat maka 100 jam ke depan bisa diraih bahkan sampai PM service selanjutnya tidak ada kerusakan. Kalau pun terjadi sebelum 100 jam pemakaian setelah PM service setidaknya masalah tersebut sudah bisa diprediksi dari hasil inspeksi sebelumnya kecuali masalah yang tidak bisa dihindari seperti kerusakan karena incident atau miss operation oleh operator alat.

Ada tambahan atau koreksi dipersilahkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s