Sekolah…

2 tahun 8 bulan sudah saya tinggalin kampung untuk bekerja di perusahaan batubara demi memenuhi kebutuhan hidup. Aktifitas saya dikampung dengan terpaksa saya tinggalkan walaupun belum sepenuhnya berhasil dan itu terpaksa saya lakukan.. hal yang paling berat saya lakukan adalah meninggalkan program pengenalan komputer ke anak-anak SD di kampung. Modal pengetahuan IT yang pas-pasan tidak mengendurkan langkah saya untuk mengenalkan teknologi ini ke anak-anak. Melalui komite sekolah saya buat proposal dan mengajukan ke perusahaan besar di Balikpapan. Alhamdulillah kami mendapat 2 unit komputer walaupun bekas.

Langsung saya kumpulkan teman-teman dikampung yang pernah belajar komputer untuk membuat modul pembelajarannya, waktu itu cuma word ma excel aja. Alhamdulillah modul kelar. Waktu itu wawasan saya belum tahu ada atau tidak kurikulum pembelajaran ilmu komputer untuk anak SD.

Pengenalan ke anak-anak cukup lancar, kemudian mengenalkan ke guru sekaligus mengajari dasar-dasar komputer. Namun semua itu harus saya tinggalkan dan akhirnya programnya kurang lancar karena tidak ada lagi yang menjalankan. Tapi Alhamdulillah dengan fasilitas tersebut guru-guru jadi tahu pengoperasian komputer. Walaupun anak murid belum tahu setidaknya tenaga pengajarnya sudah tahu dan seterusnya mengajarkan lagi ke murid-murid .

Sekarang…. gerah lagi untuk kembali berperan dalam dunia pendidikan… gerah lihat sekolah mahal sekali… gerah pemerintah sudah menggratiskan tapi masih ada saja uang ini itu ditarik dari wali murid…. gerah lihat guru masih ngojek sepulang ngajar, gerah banyak sekolah swasta tiba-tiba muncul dengan uang masuk yang tinggiiiiiiiiiii sekali.. apalagi ada sekolah yang mengatasnamakan IT (Islam Terpadu) kenapa malah cenderung biaya pendidikannya lebih tinggi lagi walaupun memang belajar dan sarana yang lebih mendukung kenapa malah menyusahkan ummat, poko’e gerrarraaaaccchhhhhhhh……

Planning, cari lagi tambahan unit komputer untuk sekolah dengan mengacu kemampuan guru (sempet pulang kampung guru2 sudah banyak yang pinter tuch). Tapi cari kemana? rencana sih seperti cara terdahulu. Tapi perlu juga membuka diri dengan kondisi diluar. Dapet email Bang Onno W Purbo coba minta saran kebeliau, walaupun beliau belum bisa arahkan ke sasaran yang tetap tapi dengan pergaulan beliau yang luas Alhamdulillah saya dapat banyak masukkan.

Satu yayasan di Indonesia ini adalah Yayasan Tunas Cendekia yang sudah banyak menyalurkan bantuan-bantuan dalam dunia pendidikan. Dan mungkin ada lembaga lain juga yang peduli dengan pendidikan. Mudah-mudahan saja cita-cita saya dapat terwujud..atau saya jadi guru aja ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s