Yuk mengenal SOS (Schedule Oil Sampling)

Yang sudah jadi karyawan perusahaan pastinya sudah pernah kan melakukan medical check up. Ya itu selain persyaratan untuk lolos tidaknya dalam sebuah uji kelayakan kita pada suatu pekerjaan juga sekaligus cara gratis untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Atau juga orang yang sakit untuk menganalisa sakit juga diperlukan pengambilan sample dari dalam tubuh kita. Salah satu cara yang digunakan adalah menganalisis darah dan air seni yang merupakan cairan yang ada di dalam tubuh kita. Dari hasil analisa cairan tersebut dokter bisa menganalisis kemudian mengetahui penyakit yang diidap dan dapat memberikan perlakuan dan resep yang sesuai. Orang yang melakukan medical check up secara rutin akan dapat diketahui gejala penyakit sebelum penyakit tersebut parah sehingga proses ini merupakan proses preventive agar kondisi tubuh tetap sehat.

Nah gambaran di atas untuk menggambarkan apakah sebenarnya proses Schedule Oil Sampling (S.O.S) dalam bidang maintenance/ perawatan alat. Proses SOS tidak lepas dari analisa cairan dalam sebuah unit yang bisa digambarkan dari darah dalam tubuh manusia tersebut (walaupun secara fungsi cairan ini hanya berfungsi sebagai lubricator) namun bisa memberikan informasi mengenai keadaan unit tersebut pada bagian-bagian tertentu. Secara pengertian SOS merupakan proses yang didesain untuk mengubah data analisa cairan menjadi informasi yang berguna. Informasi ini digunakan untuk mengelola peralatan/unit, meningkatkan avaibility, serta menurunkan biaya operasi. Continue reading Yuk mengenal SOS (Schedule Oil Sampling)

Pencak Silat Kalimantan Melati Rimba

ImageBelasan tahun tidak aktif di kegiatan beladiri sejak masuk awal kuliah dulu akhirnya bisa berkecimpung lagi di bidang satu ini. Walaupun sebagai keturunan dari Pulau Jawa yang memiliki seabrek aliran Pencak Silat namun  sejak dulu lebih minat silat-silat dari bumi Borneo. Diawali dari sebuah perguruan Silat perpaduan dengan Kung-fu Tiongkok melalui perguruan Candra Mawa Sakti di Samarinda dan cukup lama di perguruan ini namun akhirnya berhenti ketika memasuki semester 3 kuliah. Sebelum itu bermacam beladiri pernah saya ikuti namun tidak pernah berlangsung lama. Dari silat mbah sendiri, Cimande dari Jabar, Karate, Pernafasan (tenaga dalam). Continue reading Pencak Silat Kalimantan Melati Rimba

Plant Maintenance KPI’s

“Babak belur tiap hari kerja baikin mesin…. hasil gini-gini aja…. mending nyantai aja”….. Mungkin ini sering kita dengar setiap hari ketika kita bercakap-cakap dengan seorang mekanik di lapangan dan memang harus dimaklumi memang karena orang lapangan cenderung menggunakan tenaga dalam bekerja berbeda dengan yang bergerak di bidang strategy maintenance-nya.

Hal ini akan bisa semakin tidak terkendali kalau pekerjaan maintenance unit itu tidak menggunakan atau membuat perencanaan yang baik dan terkendali yang berorientasi dengan target-target yang ditentukan. Dengan praktek tanpa perencanaa yan baik pekerjaan jadi tidak terarah hanya fokus pada pekerjaan yang bersifat breakdown repair saja yang akan menyebabkan pekerjaan jadi tidak terfokus dan akan menguras sumber daya yang lebih dan yang tidak terduga.

Apa sih sebenarnya yang dijual oleh “bengkel” ke klien tidak lain adalah menyediakan unit atau peralatan dengan kondisi bagus dan selalu siap (reliable) ketika akan digunakan. Dalam proses menyiapkan unit yang handal dan selalu siap ketika dibutuhkan juga akan dibutuhkan waktu sebagian dari ketersediaan alat untuk proses maintenance itu. Namun perlu diingat perlu ada batasan-batasan sehingga proses maintenance tetap terkendali menyesuaikan berapa persen alat itu dibutuhkan sesuai dengan target unit itu akan digunakan atau seberapa banyak produksi yang akan dihasilkan oleh unit tersebut. Istilah yang sering digunakan adalah KPI atau Key Performance Indicators yang akan digunakan sebagai batasan atau puntarget yang perlu dicapai. Continue reading Plant Maintenance KPI’s

Kuda Lumping Dalam Gempuran Zaman (Turonggo Sari Budoyo)

Siang panas terik itu tidak menyurutkan para penabuh gendang dan gamelan beserta para Pawang membuka perhelatan perdana sebuah kelompok seni budaya kuda lumping di pinggiran kota Balikpapan yang memang mayoritasa dalah para warga pendatang sejak era tahun 60-an. Dari wajah mereka nampang senyum menyungging memulai penampilan seni budaya kuda lumping tersebut. Disertai dengan kepulan asap dari bawah meja beraroma kemenyan yang khas. Alunan gendang dan alat musik lainnya yang didukung peralatan sound system mulai mendatangkan para penonton di pinggiran lapangan terbuka itu.

Adalah kelompok seni budaya Turonggo Sari Budoyo pimpinan Bapak Alimin yang meresmikan terbentuknya para pekerja seni hiburan di bidang seni & budaya nasional Kuda Lumping pada tanggal 18 Maret 2012 di lingkungan KM 12 dalam Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara. Berbekal oleh semangat mencintai budaya asli Indonesia mereka begitu antusias mendirikan kelempok seni ini dan akan berkembang bersama kelompok seni Kuda lumping lainnya yang sudah ada di kawasan kota Balikpapan sebelumnya.

Saya sendiri kurang banyak tahu mengenai sejarah tari-tarian kuda lumping ini yang konon merupakan asli dari tempat nenek moyang saya dahulu yaitu TulungAgung Jawa Timur. Namun secara umum menampilkan tari-tarian yang sudah umum di dengar seperti “Pegon” yang umumnya ditarikan oleh para wanita, “Senterewe” yang ditarikan oleh para prianya dan juga kembangan tarian seperti “Celengan” dan “Barongan”. Sebagai hiburan tambahan tentunya dalamkuda lumping akan ada fenomena yang di kenal dengan istilah “Ndadi” atau kesurupan yang melibatkan pemain itu sendiri atau penonton yang dating menyaksikan.

Beberapa hal yang perlu kami soroti adalah pertama mengenai rekrutmen atau pencarian para pemain yang menurut Bapak Alimin beliau tidak banyak menemui kesulitan untuk mencari penari-penari yang masih dalam usia muda. Luar biasa!!! Di era yang penuh dengan berbagai macam seni  ini termasuk yang sedang tren di kalangan anak muda sekarang seperti Dance, Boy Band dll ternyata masih ada yang sangat mencintai seni tradisi ini dengan ikhlas. Disini kami berharap banyak ke depannya pemerintah dapat memperhatikan para pelajar atau seniman muda ini dalam mengembangkan seni budaya yang mereka cintai itu  salah satunya menyediakan beasiswa pendidikan bagi mereka.

Pendanaan! Ini yang mungkin banyak di pikiran masyarakat kita, memang benar hasil dari pegelaran seni ini tidak seberapa bahkan  saya sendiri ingat dulu para pemain dapat makan gratis saja sudah senang minta ampun. Untuk dapat bertahan di era ini kelompok seni budaya ini sangat tergantung dengan adanya sponsorship. Salah satu cara seperti yang sudah diterapkan oleh kelompok seni di atas adalah menggandeng salah satu produsen minuman energi dan tentunya dukungan pemerintah juga sudah mereka dapatkan.

Jadi semata-mata untuk cinta dengan seni budaya lah yang membuat para pekerja-pekerja seni ini masih bertahan dan pemerintah berkewajiban mendukung penuh mereka-mereka yang masih sangat mencintai negeri Indonesia ini lewat seni dan budayanya. Akankah Kuda lumping yang sudah menyebrang lautan dari tempatnya ini masih akan mampu menderu di tengah terik debu kemajuan zaman?

Bagi pembaca yang berminat untuk mengundang kelompok kuda lumping ini bisa menghubungi Bapak Alimin no kontak 08125840743

Bukan Gagal Total Tapi Gasak Total !!!! Menembus Batas Dari Semua Keterbatasan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.