Plant Maintenance KPI’s

“Babak belur tiap hari kerja baikin mesin…. hasil gini-gini aja…. mending nyantai aja”….. Mungkin ini sering kita dengar setiap hari ketika kita bercakap-cakap dengan seorang mekanik di lapangan dan memang harus dimaklumi memang karena orang lapangan cenderung menggunakan tenaga dalam bekerja berbeda dengan yang bergerak di bidang strategy maintenance-nya.

Hal ini akan bisa semakin tidak terkendali kalau pekerjaan maintenance unit itu tidak menggunakan atau membuat perencanaan yang baik dan terkendali yang berorientasi dengan target-target yang ditentukan. Dengan praktek tanpa perencanaa yan baik pekerjaan jadi tidak terarah hanya fokus pada pekerjaan yang bersifat breakdown repair saja yang akan menyebabkan pekerjaan jadi tidak terfokus dan akan menguras sumber daya yang lebih dan yang tidak terduga.

Apa sih sebenarnya yang dijual oleh “bengkel” ke klien tidak lain adalah menyediakan unit atau peralatan dengan kondisi bagus dan selalu siap (reliable) ketika akan digunakan. Dalam proses menyiapkan unit yang handal dan selalu siap ketika dibutuhkan juga akan dibutuhkan waktu sebagian dari ketersediaan alat untuk proses maintenance itu. Namun perlu diingat perlu ada batasan-batasan sehingga proses maintenance tetap terkendali menyesuaikan berapa persen alat itu dibutuhkan sesuai dengan target unit itu akan digunakan atau seberapa banyak produksi yang akan dihasilkan oleh unit tersebut. Istilah yang sering digunakan adalah KPI atau Key Performance Indicators yang akan digunakan sebagai batasan atau puntarget yang perlu dicapai. Continue reading

Kuda Lumping Dalam Gempuran Zaman (Turonggo Sari Budoyo)

Siang panas terik itu tidak menyurutkan para penabuh gendang dan gamelan beserta para Pawang membuka perhelatan perdana sebuah kelompok seni budaya kuda lumping di pinggiran kota Balikpapan yang memang mayoritasa dalah para warga pendatang sejak era tahun 60-an. Dari wajah mereka nampang senyum menyungging memulai penampilan seni budaya kuda lumping tersebut. Disertai dengan kepulan asap dari bawah meja beraroma kemenyan yang khas. Alunan gendang dan alat musik lainnya yang didukung peralatan sound system mulai mendatangkan para penonton di pinggiran lapangan terbuka itu.

Adalah kelompok seni budaya Turonggo Sari Budoyo pimpinan Bapak Alimin yang meresmikan terbentuknya para pekerja seni hiburan di bidang seni & budaya nasional Kuda Lumping pada tanggal 18 Maret 2012 di lingkungan KM 12 dalam Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara. Berbekal oleh semangat mencintai budaya asli Indonesia mereka begitu antusias mendirikan kelempok seni ini dan akan berkembang bersama kelompok seni Kuda lumping lainnya yang sudah ada di kawasan kota Balikpapan sebelumnya.

Saya sendiri kurang banyak tahu mengenai sejarah tari-tarian kuda lumping ini yang konon merupakan asli dari tempat nenek moyang saya dahulu yaitu TulungAgung Jawa Timur. Namun secara umum menampilkan tari-tarian yang sudah umum di dengar seperti “Pegon” yang umumnya ditarikan oleh para wanita, “Senterewe” yang ditarikan oleh para prianya dan juga kembangan tarian seperti “Celengan” dan “Barongan”. Sebagai hiburan tambahan tentunya dalamkuda lumping akan ada fenomena yang di kenal dengan istilah “Ndadi” atau kesurupan yang melibatkan pemain itu sendiri atau penonton yang dating menyaksikan.

Beberapa hal yang perlu kami soroti adalah pertama mengenai rekrutmen atau pencarian para pemain yang menurut Bapak Alimin beliau tidak banyak menemui kesulitan untuk mencari penari-penari yang masih dalam usia muda. Luar biasa!!! Di era yang penuh dengan berbagai macam seni  ini termasuk yang sedang tren di kalangan anak muda sekarang seperti Dance, Boy Band dll ternyata masih ada yang sangat mencintai seni tradisi ini dengan ikhlas. Disini kami berharap banyak ke depannya pemerintah dapat memperhatikan para pelajar atau seniman muda ini dalam mengembangkan seni budaya yang mereka cintai itu  salah satunya menyediakan beasiswa pendidikan bagi mereka.

Pendanaan! Ini yang mungkin banyak di pikiran masyarakat kita, memang benar hasil dari pegelaran seni ini tidak seberapa bahkan  saya sendiri ingat dulu para pemain dapat makan gratis saja sudah senang minta ampun. Untuk dapat bertahan di era ini kelompok seni budaya ini sangat tergantung dengan adanya sponsorship. Salah satu cara seperti yang sudah diterapkan oleh kelompok seni di atas adalah menggandeng salah satu produsen minuman energi dan tentunya dukungan pemerintah juga sudah mereka dapatkan.

Jadi semata-mata untuk cinta dengan seni budaya lah yang membuat para pekerja-pekerja seni ini masih bertahan dan pemerintah berkewajiban mendukung penuh mereka-mereka yang masih sangat mencintai negeri Indonesia ini lewat seni dan budayanya. Akankah Kuda lumping yang sudah menyebrang lautan dari tempatnya ini masih akan mampu menderu di tengah terik debu kemajuan zaman?

Bagi pembaca yang berminat untuk mengundang kelompok kuda lumping ini bisa menghubungi Bapak Alimin no kontak 08125840743

Gcompris – Game Edukasi Di GNU Linux (Blankon)

Saat si kecil sudah mulai ikut-ikutan orang tuanya operasikan PC atau laptop tentunya dia akan juga bereksplorasi dengan alat tersebut dan mulai berinteraksi dengan aplikasi-aplikasi di dalamnya.

Game merupakan salah satu aplikasi yang sangat digemari oleh anak-anak dan cenderung produksi game tersebut meningkat dari waktu ke waktu dan memang tidak bisa dipungkiri sudah perpindahan zaman dan teknologi menuntut mereka lebih dini mengenal teknologi.

Perkenalan si kecil dengan aplikasi komputer kemarin diawali dengan membeli langsung aplikasi produk asli dalam negeri ( produksi AKAL INTERAKTIF dan ELEX MEDIA KOMPUTINDO)  yang semuanya sangat inovatif dan dapat memilih aplikasi sesuai dengan tingkat umur si kecil. Namun saat ini aplikasi yang diproduksi tersebut semuanya hanya bisa berjalan di lingkungan desktop Ms. Windows. Bagaimana dengan di Linux? Continue reading

OS Android 3.0 (Honeycomb)

Agak telat memang membahas OS Android 3.0 ini mengingat versi diatasnya Android 4.0 (Icecream Sandwich) sudah siap diluncurkan dipasar. Namun ada yang menarik untuk diperhatikan untuk Android 3.0 yang direlease sejak 24 Februari 2011 kemarin yaitu lompatan di versi angka yang sebelumnya dari 2.3 langsung meloncat ke 3.0.

Dari situsnya perubahan loncatan versi tersebut lebih pada peruntukan OS tersebut. OS Android sebelumnya lebih dikhususkan untuk Smartphone sedangkan untuk versi 3.0 ini dikhususkan  untuk PC Tablet yang memiliki jeroan lebih besar dan interface yang lebih luas daripada smartphone  dan terlebih lagi dengan pengoperasian full menggunakan sentuhan jari.

Dari Wiki perubahan atau penambahan di Android 3.0 ini adalah:

  • Support penuh PC tablet dan tampilan yang dikenal  “holographic”
  • Penambahan System Bar untuk akses cepat untuk notifikasi, status dan tombol navigasi di bawah layar Continue reading

Bermain Grafis Di BlankOn Linux- Shotwell

Sudah lama tidak aktif menggunakan Linux untuk desktop sehari-hari dikarenakan memang semua pekerjaan masih pakai Windows dan saat di rumah sudah jarang bereksperimen mengenai operating system maka Ubuntu 11.04 yang sudah terinstall di lapie juga jarang digunakan. Apalagi si lapie lebih sering dipakai sama si kecil untuk main. Akhirnya ada sisa rezeki untuk beli PC eks. warnet game yang di jual cukup terjangkau dan gak perlu saya ceritakan lagi mengenai perjalanannya sampai akhirnya terisntall BlankOn 7.0 Pattimura yang tampil indah di desktop dan melepihi dari ekspektasi saya saat ini.. ibarat punya pacar lagi :-)

Setahun terakhir ikutan temen-temen fotografi “ngluyur” kesana kemari untuk cari gambar dan selama ini masih pakai software propierty (baca bajakan) untuk manajer foto dan sedikit poles  foto di Windows. Padahal prinsip fotografi sendiri udah jelas melukis dengan cahaya bukan melukis dengan Photoshop (istilah kerennya). Jadi foto yang sudah di jepret pun diharapkan tidak terlalu banyak edit-mengedit lagi untuk menyajikan suatu foto yang bener-bener berkualitas.

Step awal dengan hasil foto-foto yaitu dengan mengumpulkan (Manajer) hasil foto dengan rapi. Di BlankOn saya menemukan aplikasi Shotwell Continue reading

OS Android 2.3 (Gingerbread)

Android lagi..Android lagi.. sudah mulai banyak market analyst memberkan analisanya mengenai perkembangan OS dan market-nya, acungan jempol buat OS ini yang banyak mengalami peningkatan karena digunakan oleh banyak vendor terkemuka untuk gadget mereka. Sebagai anak bungsu (saat ini) dari senor-seniornya (Symbian, iOS, Windwos Mobile) penggunaan Android di gadget gadget terbaru sangat tinggi hal ini disebabkan karena murahnya OS ini sehingga biaya produksi bisa dialihkan ke lainnya misal peningkatan kemampuan hardware gadget.

Di pembahasan terdahulu mengenai OS Android ini sampai pada versi 2.2 atau dikenal dengan Frozen Yogurt dan sudah banyak dsematkan di gadget baik Smartphone atau Tablet PC dan diluncurkan Mei 2010 lalu. 6-7 bulan berikutnya tepatnya bulan Desember telah diluncurkan lagi Androd 2.3 dengan codename Gingerbread (Roti Jahe) dengan menggunakan kernel Linux 2.6.35.7.

Fitur-fitur yang ada di versi ini antara lain:

  • Desain user interface terbaru
  • Mendukung untuk layar ukuran besar dan resolusinya  (WXGA)
  • Mendukung telepon melalui SIPVoIP
  • Mendukung WebM/VP8 video playback, and AAC audio encoding
  • Beberapa penambahan audio efek seperti reverb, equalizer, headphone virtualization dan bass boost
  • Mendukung Near Field Communication
  • Fungi  copy–paste
  • Desain ulang  multi-touch software keyboard
  • Pengingkatan support untuk pengembangan code asli (sumber)
  • Audio, graphical, and input enhancements untuk pengembangan game
  • Pengumpulan file tidak berguna untuk peningkatan performance
  • Peningkatan dukungan untuk  sensors (misalnya gyroscopes dan barometers)
  • Sebuah download manager untuk penggunaan download file dalam waktu yang lama
  • Ditingkatkannya power management danapplication control
  • Pengingkatan support untuk multiple kamera
  • Perpindahan dari YAFFS ke file sistem ext4

Untuk penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di sini

Tanpa bermaksud beriklan contoh produk yang menggunakan OS ini adalah:

Xperia Arc

Google Nexus S

Sedangkan untuk kelas Tablet contohnya:

WooW! The One

Saat ini next generation Android sudah beredar dan bahkan beberapa vendor sudah mulai memamerkan OS Android versi berikutnya yaitu Android 3.0 atau dikenal Honeycomb… aneh ya kenapa gak versi 2.4 dst… dengan melompatnya angka versi selanjutnya tentunya akan banyak peningkatan yang juga ekstrim tentunya.

Walaupun belum resmi diluncurkan ada bocoran produk yang sudah menggunakan versi ini bisa dilihat di bawah ini:

Piye gendeng tenan tho..he..he…

Untuk ulasan selengkapnya tunggu artikel selanjutnya.. mudahan bermanfaat.

Terpaksa Bicara Bola ( PSSI Vs LPI )

Sebagai orang yang bukan maniak bola akhirnya tergelitik mengungkapkan perasaan saya di simple blog ini setelah melihat kenyataan carut marut per-sepakbola-an di negeri gemah ripah loh jinawi ini.

Apalagi kalau bukan perseteruan PSSI Vs LPI yang ramai sekali disaksikan, dibicarakan, didiskusikan, didebatkan dari kalangan bawah sampai elit politik. Sedemikian semua masalah di Indonesia yang seharusnya bisa simple jadi masalah yang njlimet seperti juga kasusnya Gayus ups.. jadi ngelantur.

Kita sebagai masyarakat tentunya berharap bisa menyaksikan sepakbola yang Indah dari unsur permainan sampai dengan managementnya. Ketidakpuasan insan sepakbola yang berada di LPI membuat PSSI ekstra tenaga untuk menguras pikiran bahkan mungkin dana untuk meng-ilegal-kan kompetisi tersebut apapun alasannya. Himbauan meteri olah raga dalam hal ini Andi Malarangeng pun bak seperti angin lalu saja terhadap PSSI untuk bisa tatap muka dengan pengurus LPI.

Kita tidak melemahkan LSI (ISL) resmi dari PSSI karena jelas di dalamnya terdapat pemain-pemain bagus juga ataupun LPI yang di dalamnya banyak talenta muda di persepakbolaan nasional. Seandainya kedua kompetisi tersebut sejalan sirama bukan tidak mungkin bakal banyak stock pemain berkualitas yang ada. Sikap keras yang ditunjukkan PSSI bisa membuat pikiran rakyat seperti saya menjadi bertanya-tanya ada apakah gerangan di tubuh PSSI??

Entah berapa analisa sudah bersliweran di internet, tv atau media informasi lain tapi semuanya hanya bisa menduga karena alasan pasti dari PSSI belum juga jelas. Kalau hanya alasan itu liga illegal kenapa gak di legalkan biarkan waktu nanti yang bicara mana yang terbaik kalau pun tidak ada yang muncul terbaik setidaknya tingkat kompetisi akan lebih tinggi dan tentunya akan memberi peningkatan kualitas dari tiap pemain di liga-liga tersebut. Bahkan berita terakhir PSSI sampai ada “Mengancam” duo Younghuband dari Filipina kalau sampai turun di LPI.

Sementara sampai disini dulu kebingunan saya sampai nanti gak bingung baru saya akan buat blog ini rame dengan tema baru…….SEPAK BOLA!!!!!!!!!!