Gatot’s Blog
Bukan Gagal Total Tapi Gasak Total !!!! Menembus Batas Dari Semua Keterbatasan

Defect Management

Hai… ketemu lagi sudah beberapa bulan gak posting soalnya sedang sibuk jadi Ayah dengan momongan baru.

Untuk kali ini sebenarnya bingung mau posting apa soalnya terlalu banyak yang ada di kepala ini untuk disalurkan di blog ini baik masalah menjadi ayah, pengguna Linux, atau seputaran meintanance planning. Tapi karena yang ingin dituangkan mengenai planning maka kali ini saya ingin bertukar pendapat dengan para pembaca sekalian mengenai Defect Management.

Defect Management atau kalau diistilahkan ke bahasa kita adalah manajemen kerusakan mulai dari capture data kerusakan, analisis, respon, waktu dan  tindakan yang akan diambil terhadap kerusakan yang ditemukan pada sebuah alat yang digunakan. Mengapa ini penting karena dengan melaksanakan ini kerusakan akan dapat diketahui sedini mungkin dan diharapkan produktivitas alat pun juga akan meningkat  pula.

Ada bebarapa sumber untuk capture data kerusakan pada sebuah unit;

  • Daily inspection operator sebuah unit (untuk unit yang memerlukan operator)
  • Daily/ Weekly inspection dari inspector
  • Pre inspection sebelum dilaksanakan PM service
  • Inspection pada saat service

Untuk sifatnya sendiri ada yang bersifat major dan minor. Artinya Kerusakan apabila kerusakan major diketahui maka diperlukan tindakan langsung untuk dilakukan perbaikan. Dan yang bersifat minor alat tersebut masih dapat digunakan dan kita bisa membuat perencanaan untuk perbaikan tersebut disertai dengan persiapan part/ material yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan eksekusi perbaikan pada alat tersebut.

Ketika defect ditemukan apa yang harus dilakukan?

Pertama adalah DATA, Kalau defect tersebut sangat parah dan membutuhkan penanganan segera tidak ada jalan lain selain langsung mengadakan tindakan perbaikan dan inipun harus di record dalam database defect. Aplikasi untuk merecord data ini mungkin akan berbeda-beda pada setiap perusahaan yang bergerak dibidang ini.

Sedangkan kalau defect masih bisa ditoleransi maka harus segera dibuatkan skala prioritas kapan akan dikerjakan dan part yang dibutuhkan. Namun sebelumnya karena umumnya setiap perusahaan menggunakan sistem work order kita harus check sebelumnya apakah sudah ada work order untuk itu karena bisa jadi orang lain sudah pernah menemukan defect tersebut. Planner akan meng-collect data tersebut dan akan mengikutkan dalam backlog mereka ketika pelaksanaan service unti tersebut.

Semua data yang sudah di record dalam jangka panjang akan menjadi sebuah bahan analisis pada sebuah unit tersebut termasuk dalam mekanikal availibility-nya. Akan dibahas pada session yang lain.

Mungkin ini saja ringkas mengenai defect management kalau ada tambahan langsung di submit di comment..

No Responses Yet to “Defect Management”

Leave a Reply